ISTILAH-ISTILAH AKUNTANSI
General Ledger : Buku Besar
Chart of Account : Daftar Akun/Rekening
General Journal Entry : Formulir Mencatat Jurnal
Transaction Journal : Jurnal Transaksi
Debit and Credit : Debit dan Kredit
Account : Akun atau Rekening
Cheque Book : Buku Cek
Sales : Penjualan
Purchase : Pembelian
Inventory : Persediaan Barang
Card File : File Kartu
Report : Laporan
Asset : Aktiva
Current Asset : Aktiva Lancar
Cash on Hand : Kas Dipegang
General Check : Cek untuk keperluan umum
Payroll Check : Cek Gaji
Account/Trade Receivable : Piutang Dagang
(Trade Debtor)
Provision for doubtful debt : Cadangan kerugian piutang
Inventory : Persediaan Barang
Deposit in paid : Uang Muka
Office supplies : Suplies Kantor atau Bahan Habis Pakai (BHP)
Fixed Asset : Aktiva Tetap
Plant : Pabrik
Building : Gedung (Bangunan)
Plant Accumulation Depr : Akumulasi Depresiasi pabrik
Equipment : Peralatan atau perlengkapan
Motor vehicle : Kendaraan Bermotor
Furniture : Meubel
Liability : Kewajiban
Current Liabilities : Kewajiban Lancar (Utang Lancar)
Account Payable : Utang Dagang
/Trade Creditor
Equity : Ekuitas
Shareholder Capital : Modal Saham
Shareholder Prive : Penarikan Modal
Retained Earning : Laba Ditahan
Income : Penghasilan (Pendapatan)
Cost of Sales : Harga Pokok Penjualan
Sales Discount : Diskon Penjualan
Expenses : Beban-beban
Salaries and Wage Expenses : Beban Gaji dan Upah
Rent Expense : Beban Sewa
Water Expense : Beban air
Telephone Expense : Beban Telepon
Electric Expense : Beban Listrik
Other Income : Penghasilan Lain-lain
Interest Revenue : Pendapatan Bunga
Interest Expense : Beban Bunga
Other Expense : Beban lain-lain
Terms : Syarat-syarat Kredit
Tax : Pajak
Balance Sheet : Neraca
Profit and Loss Report : Laporan Laba Rugi
Trial Balance : Neraca Saldo
Analysis Sales : Analisis Penjualan
Cash Flow : Arus Kas
Cash Flow Statement : Laporan Arus Kas
Friday, 4 October 2013
Tugas Ilmu Budaya Dasar 2
Pergeseran
Nilai Kebudayaan di Indonesia
Pada tugas kali ini saya akan sedikit membahas
tentang latar belakang dan sebab-akibat pergeseran nilai-nilai kebudayaan di
Indonesia serta bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi pergeseran kebudayaan..
A. Latar belakang
Indonesia
adalah Negara kepulauan yang sangat beragam baik suku dan budayanya, secara
matematis kita tidak dapat menghitung betapa melimpahnya kekayaan budaya kita, mulai
dari Sabang sampai Merauke. Beribu – ribu pulau, suku, bahasa, adat, membuat
Indonesia menjadi salah satu daya tarik dan Negara yang paling kaya dipandang
dari budayanya.
Indonesia
sendiri sangat menjunjung tinggi adat ketimurannya, itulah salah satu hal yang
membedakan Negara Indonesia dari Negara barat, rata – rata orang Timur sangat
menjunjung tinggi nilai – nilai budayanya sendiri sebagai aset untuk
melestarikan daerah dan budayanya secara turun – temurun. Nilai – nilai budaya
yang secara turun – temurun yang dimaksud adalah Sopan, Santun, Taat,
Menghormati, Menghargai, Menjunjung Tinggi Adat, Tata Krama Pergaulan, dan
lainnya yang menjadi ciri khas orang Indonesia. Kebiasaan mengalah, menghargai
jasa orang lain, menghormati hak milik orang merupakan gambaran betapa orang
Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi budayanya.
B. Pembahasan
Kebudayaan pernah
didefinisikan sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat. Dalam pengertian tersebut,
kebudayaan mencakup segala hal yang merupakan keseluruhan cipta, rasa, dan
karsa manusia, termasuk di dalamnya benda-benda hasil kreativitas dan ciptaan
manusia. Contohna : tari daerah, lagu daerah, dan kesenian daerah lainnya.
Tetapi kini, kebudayaan sering didefinisikan sebagai suatu sistem symbol dan
makna dalam sebuah masyarakat manusia
yang didalamnya terdapat norma-norma dan nilai-nilai tentang hubungan sosial
dan perilaku yang menjadi identitas dari masyarakat bersangkutan.
Saat ini
kata “Globalisasi” mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita, Dari sekian
banyak bidang yang ada dan berpacu untuk kemajuan salah satunya adalah bidang
teknologi, yang menghadirkan perubahan dan kemajuan untuk selanjutnya digunakan
oleh manusia. Beragam teknologi yang diciptakan memungkinkan manusia untuk
bebas memilih apa yang diinginkan. Pada prinsipnya setiap perkembangan dan
kemajuan dalam segi apapun baik adanya, setiap manusia menginginkan perubahan
pun demikian dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
Tidak
dipungkiri bahwa perkembangan teknologi saat ini juga membawa pengaruh yang
kurang baik atau negatif dalam kehidupan manusia. Kehadiran tekologi yang
sedemikian canggih membuat masyarakat umum mempunyai begitu banyak pilihan
untuk memilih apa yang dikehendaki,
Pertanyaannya,
seberapa besarkah peran teknologi dalam
pergeseran nilai-nilai budaya?
Dan jawaban
dari pertanyaan diatas adalah, besar sekali…
Pendapat diatas
bukan tanpa bukti-bukti yang jelas, teknologi memang diciptakan dan
dikembangkan untuk lebih membantu kebutuhan manusia, tetapi kebanyakan dari
kita menyalahgunakan peran teknologi sehingga menggeser nilai-nilai kebudayaan
kita sendiri, lewat teknologi internet atau dunia maya orang akan semakin mudah
mengakses situs – situs porno yang justru itu datang dari kaum muda, hal ini
tentu membuat pergeseran norma asusila dalam hidup kaum muda tersebut. Ini
menjadi satu contoh dari sekian banyak contoh yang ada dalam kehidupan sehari
hari masyarakat.
Lalu
apakah pergeseran nilai-nilai kebudayaan hanya berasal dari teknologi saja?
Jawabannya adalah, tidak.. pergeseran
nilai-nilai budaya yang marak terjadi dewasa ini bersumber dari pola pikir dan gaya
hidup remaja kebanyakan pada umumnya. Banyak diantara remaja-remaja zaman
sekarang dengan mudahnya menerima arus-arus yang datang dari luar, mereka
menganggap budaya luar lebih modern dan lebih keren ketimbang budayanya sendiri, ini dapat dilihat dari cara
berpakaian mereka yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah
mengikuti perkembangan zaman, cara berbicara mereka terhadap satu dan yang
lainnya, serta sebagian besar generasi muda sekarangini sudah tidak lagi
memilki ketertarikan terhadap kesenian daerah.
Lalu, bagaimana
seharusnya upaya mempertahankan nilai – nilai budaya dalam kehidupan masyarakat?
ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam upaya mempertahankan
budaya indonesia. Beberapa hal tersebut antara lain :
·
Menjadikan nilai – nilai
budaya sebagai ujung tombak dari norma kehidupan keluarga dan masyarakat
·
Menjunjung tinggi nilai –
nilai budaya
·
Memandang teknologi dengan
segala kemajuan dan perubahannya dalam arti yang positif Memperkenalkan
pentingya nilai – nilai budaya kepada anak sejak usia dini Menggunakan
fasilitas kemajuan teknologi untuk hal yang baik dan positif
·
Sebagai orang tua wajib untuk
memberikan pengawasan ekstra kepada anak, baik dalam penggunaan teknologi atau
pergaulan sehari-hari.
·
Memberikan pemahaman kepada
anak, masyarakat dan elemen lainnya betapa vitalnya nilai – nilai budaya
terhadap kehidupan
·
Memberikan batasan terhadap
hal yang bersifat negatif yang masuk dalam hidup dan kehidupan suatu masyarakat
C. Kesimpulan
Bangsa
yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya, di era globalisasi
ini hendaknya kita dapat berfikiran
lebih maju dan terbuka, menganggap “budaya
Indonesia adalah budaya yang kuno” bukanlah satu pemikiran orang modern
yang cerdas, seharusnya dari pemikiran diatas kita harus bisa membuktikan bahwa
budaya Indonesia dapat bersaing bahkan mengalahkan budaya-budaya barat yg
bebas, yang tengah gencar-gencarnya melumpuhkan
sudut pandang kita terhadap budaya kita sendiri, siapa lagi yang akan
mempertahankan
budaya kita sendiri jika bukan generasi-generasi muda Indonesia?
Thursday, 3 October 2013
Tugas Pengantar Komputer & TI 1B
Paper
Manajemen Sumber Daya Manusia
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sumber daya
adalah segala sesuatu yang merupakan aset perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikategorikan atas empat tipe sumber
daya, seperti Finansial, Fisik, Manusia dan Kemampuan Teknologi.
Sumber daya finansial merupakan salah satu
unsur penting dalam rangka membentuk perusahaan yang maju dan terus berkembang
karena berhubungan dengan saham yang merupakan modal utama dalam membangun
sebuah perusahaan dan mengembangkan serta melanjutkan perusahaan tersebut.
Sumber daya fisik merupakan sumber daya yang menyangkut penunjang secara fisik
berdirinya suatu perusahaan seperti alat-alat kelengkapannya. Sumber daya
manusia merupakan sektor sentral dan penting dalam rangka pencapaian tujuan di
suatu perusahaan, karena dengan adanya kemampuan skill para pekerja dan
kualitas sumber daya manusia dapat menggerakan perusahaan dengan baik dan
benar. Kemampuan teknologi juga merupakan unsur penunjang penting dalam
menggerakan perusahaan, karena dengan adanya kelengkapan teknologi dan
kecanggihan teknologi akan memudahkan berjalannya suatu perusahaan.
Dari
keempat sumber tersebut aspek yang terpenting yaitu manusia, karena manusia
merupakan penggerak terpenting dalam perusahaan. Maju dan tidaknya perusahaan
tergantung pada pengelolaan sumber daya manusia ini dapat dilakukan dalam suatu
perusahaan itu atau oleh suatu departemen tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen
sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana
mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh
individu secara efisien dan efektif
serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama
perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
MSDM
didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia- bukan mesin -
dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1.
Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah
ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2.
Menurut Henry Simamora
MSDM adalah
sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan
pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDM
juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi
karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.
3.
Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah
penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan,
pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara
efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal
oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
Jadi,
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,
pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas
jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenagakerja dalam rangka
mencapai tujuan organisasi.
B. Peran dan Fungsi Manajemen Sumber Daya
Manusia
Peranan
karyawan bagi sebuah perusahan berupa keterlibatan mereka dalam sebuah
perencanaan, sistem, proses dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan.
Berbicara mengenai peranan tenaga kerja, harus dibedakan antara mereka yang
memiliki pekerjaan dan mereka yang bekerja. Dalam MSDM yang ingin ditelah
adalah karyawan (mereka yang menjual jasa-pikiran, tenaga dan waktu- kepada
orang lain atau perusahaan. Disini terjadi sebuah ikatan atau kontrak mengenai
hak dan kewajiban masing-masing.
C. Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia
Dalam
setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul
masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa
pendekatan sesuai dengan periodenyaDi bawah ini dikemukakan tiga pendekatan:
1. Pendekatan Mekanis (klasik)
Perkembangan
di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat elektronika
membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam
pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga
kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi
lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang
minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan
sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan
faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja
yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang
lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di
negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.
2. Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)
Dengan
adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para
pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan
manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para
pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai
pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan
perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain.
Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.
3. Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)
Manajemen
Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan
kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan perusahaan
mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial yang
merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan
faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan
dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga
kerja maupun pemberi kerja.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen
Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,
pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas
jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka
mencapai tujuan organisasi.
Sejarah
Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad ke-20 manusia dipandang
sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak oleh majikan,
hingga saat ini peningkatan kualitas sumber daya masih terus dilakukan, karena
meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun
mempunyai keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing
dengan negara lain.
Dalam
usaha pencapaian tujuan perusahan permasalahan yang dihadapi manajemen bukan
hanya terdapat pada bahan mentah, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang
dan lingkungan kerja saja, namun juga menyakup karyawan (SDM) yang mengelola
faktor-faktor produksi lainnya tersebut.
mengurus
SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara
optimum, staffing dan personalia dalam organisasi, meningkatkan kinerja,
mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan
fleksibilitas.
Subscribe to:
Posts (Atom)

