Friday, 4 October 2013

Referensi, istilah-istilah akuntansi dalam b.inggris

ISTILAH-ISTILAH AKUNTANSI
General Ledger                           : Buku Besar
Chart of Account                        : Daftar Akun/Rekening
General Journal Entry               : Formulir Mencatat Jurnal
Transaction Journal                   : Jurnal Transaksi
Debit and Credit                         : Debit dan Kredit
Account                                       : Akun atau Rekening
Cheque Book                               : Buku Cek
Sales                                            : Penjualan
Purchase                                     : Pembelian
Inventory                                     : Persediaan Barang
Card File                                     : File Kartu
Report                                         : Laporan
Asset                                            : Aktiva
Current Asset                              : Aktiva Lancar
Cash on Hand                             : Kas Dipegang
General Check                            : Cek untuk keperluan umum
Payroll Check                             : Cek Gaji
Account/Trade Receivable          : Piutang Dagang
(Trade Debtor)
Provision for doubtful debt         : Cadangan kerugian piutang
Inventory                                     : Persediaan Barang
Deposit in paid                           : Uang Muka
Office supplies                            : Suplies Kantor atau Bahan Habis Pakai (BHP)
Fixed Asset                                  : Aktiva Tetap
Plant                                           : Pabrik
Building                                      : Gedung (Bangunan)
Plant Accumulation Depr           : Akumulasi Depresiasi pabrik
Equipment                                   : Peralatan atau perlengkapan
Motor vehicle                              : Kendaraan Bermotor
Furniture                                     : Meubel
Liability                                       : Kewajiban
Current Liabilities                       : Kewajiban Lancar (Utang Lancar)
Account Payable                          : Utang Dagang
            /Trade Creditor
 Equity                                      : Ekuitas
Shareholder Capital                 : Modal Saham
Shareholder Prive                     : Penarikan Modal
Retained Earning                     : Laba Ditahan
Income                                      : Penghasilan (Pendapatan)
Cost of Sales                            : Harga Pokok Penjualan
Sales Discount                         : Diskon Penjualan
Expenses                                  : Beban-beban
Salaries and Wage Expenses   : Beban Gaji dan Upah
Rent Expense                           : Beban Sewa
Water Expense                         : Beban air
Telephone Expense                  : Beban Telepon
Electric Expense                      : Beban Listrik
Other Income                           : Penghasilan Lain-lain
Interest Revenue                      : Pendapatan Bunga
Interest Expense                      : Beban Bunga
Other Expense                         : Beban lain-lain
Terms                                       : Syarat-syarat Kredit
Tax                                           : Pajak
Balance Sheet                          : Neraca
Profit and Loss Report             : Laporan Laba Rugi
Trial Balance                           : Neraca Saldo
Analysis Sales                          : Analisis Penjualan
Cash Flow                               : Arus Kas
Cash Flow Statement               : Laporan Arus Kas

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2



Pergeseran Nilai Kebudayaan di Indonesia



Pada tugas kali ini saya akan sedikit membahas tentang latar belakang dan sebab-akibat pergeseran nilai-nilai kebudayaan di Indonesia serta bagaimana seharusnya sikap kita dalam menghadapi  pergeseran kebudayaan..

A.   Latar belakang

Indonesia adalah Negara kepulauan yang sangat beragam baik suku dan budayanya, secara matematis kita tidak dapat menghitung betapa melimpahnya kekayaan budaya kita, mulai dari Sabang sampai Merauke. Beribu – ribu pulau, suku, bahasa, adat, membuat Indonesia menjadi salah satu daya tarik dan Negara yang paling kaya dipandang dari budayanya.
Indonesia sendiri sangat menjunjung tinggi adat ketimurannya, itulah salah satu hal yang membedakan Negara Indonesia dari Negara barat, rata – rata orang Timur sangat menjunjung tinggi nilai – nilai budayanya sendiri sebagai aset untuk melestarikan daerah dan budayanya secara turun – temurun. Nilai – nilai budaya yang secara turun – temurun yang dimaksud adalah Sopan, Santun, Taat, Menghormati, Menghargai, Menjunjung Tinggi Adat, Tata Krama Pergaulan, dan lainnya yang menjadi ciri khas orang Indonesia. Kebiasaan mengalah, menghargai jasa orang lain, menghormati hak milik orang merupakan gambaran betapa orang Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi budayanya.

B.   Pembahasan

Kebudayaan pernah didefinisikan sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat. Dalam pengertian tersebut, kebudayaan mencakup segala hal yang merupakan keseluruhan cipta, rasa, dan karsa manusia, termasuk di dalamnya benda-benda hasil kreativitas dan ciptaan manusia. Contohna : tari daerah, lagu daerah, dan kesenian daerah lainnya. Tetapi kini, kebudayaan sering didefinisikan sebagai suatu sistem symbol dan makna dalam sebuah masyarakat  manusia yang didalamnya terdapat norma-norma dan nilai-nilai tentang hubungan sosial dan perilaku yang menjadi identitas dari masyarakat bersangkutan.

Saat ini kata “Globalisasi” mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita, Dari sekian banyak bidang yang ada dan berpacu untuk kemajuan salah satunya adalah bidang teknologi, yang menghadirkan perubahan dan kemajuan untuk selanjutnya digunakan oleh manusia. Beragam teknologi yang diciptakan memungkinkan manusia untuk bebas memilih apa yang diinginkan. Pada prinsipnya setiap perkembangan dan kemajuan dalam segi apapun baik adanya, setiap manusia menginginkan perubahan pun demikian dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
Tidak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi saat ini juga membawa pengaruh yang kurang baik atau negatif dalam kehidupan manusia. Kehadiran tekologi yang sedemikian canggih membuat masyarakat umum mempunyai begitu banyak pilihan untuk memilih apa yang dikehendaki,
Pertanyaannya, seberapa besarkah peran teknologi dalam pergeseran nilai-nilai budaya?
Dan jawaban dari pertanyaan diatas adalah, besar sekali…
Pendapat diatas bukan tanpa bukti-bukti yang jelas, teknologi memang diciptakan dan dikembangkan untuk lebih membantu kebutuhan manusia, tetapi kebanyakan dari kita menyalahgunakan peran teknologi sehingga menggeser nilai-nilai kebudayaan kita sendiri, lewat teknologi internet atau dunia maya orang akan semakin mudah mengakses situs – situs porno yang justru itu datang dari kaum muda, hal ini tentu membuat pergeseran norma asusila dalam hidup kaum muda tersebut. Ini menjadi satu contoh dari sekian banyak contoh yang ada dalam kehidupan sehari hari masyarakat.
Lalu apakah pergeseran nilai-nilai kebudayaan hanya berasal dari teknologi saja? Jawabannya adalah, tidak..  pergeseran nilai-nilai budaya yang marak terjadi dewasa ini bersumber dari pola pikir dan gaya hidup remaja kebanyakan pada umumnya. Banyak diantara remaja-remaja zaman sekarang dengan mudahnya menerima arus-arus yang datang dari luar, mereka menganggap budaya luar lebih modern dan lebih keren ketimbang budayanya sendiri, ini dapat dilihat dari cara berpakaian mereka yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan zaman, cara berbicara mereka terhadap satu dan yang lainnya, serta sebagian besar generasi muda sekarangini sudah tidak lagi memilki ketertarikan terhadap kesenian daerah.

Lalu, bagaimana seharusnya upaya mempertahankan nilai – nilai budaya dalam kehidupan masyarakat? ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam upaya mempertahankan budaya indonesia. Beberapa hal tersebut antara lain :
·        Menjadikan nilai – nilai budaya sebagai ujung tombak dari norma kehidupan keluarga dan masyarakat
·        Menjunjung tinggi nilai – nilai budaya
·        Memandang teknologi dengan segala kemajuan dan perubahannya dalam arti yang positif Memperkenalkan pentingya nilai – nilai budaya kepada anak sejak usia dini Menggunakan fasilitas kemajuan teknologi untuk hal yang baik dan positif
·        Sebagai orang tua wajib untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak, baik dalam penggunaan teknologi atau pergaulan sehari-hari.
·        Memberikan pemahaman kepada anak, masyarakat dan elemen lainnya betapa vitalnya nilai – nilai budaya terhadap kehidupan
·        Memberikan batasan terhadap hal yang bersifat negatif yang masuk dalam hidup dan kehidupan suatu masyarakat

C.  Kesimpulan

         Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya, di era globalisasi ini  hendaknya kita dapat berfikiran lebih maju dan terbuka, menganggap “budaya Indonesia adalah budaya yang kuno” bukanlah satu pemikiran orang modern yang cerdas, seharusnya dari pemikiran diatas kita harus bisa membuktikan bahwa budaya Indonesia dapat bersaing bahkan mengalahkan budaya-budaya barat yg bebas, yang tengah gencar-gencarnya melumpuhkan  sudut pandang kita terhadap budaya kita sendiri, siapa lagi yang akan mempertahankan budaya kita sendiri jika bukan generasi-generasi muda Indonesia?

Thursday, 3 October 2013

Tugas Pengantar Komputer & TI 1B



Paper Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Sumber daya adalah segala sesuatu yang merupakan aset perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikategorikan atas empat tipe sumber daya, seperti Finansial, Fisik, Manusia dan Kemampuan Teknologi.
 Sumber daya finansial merupakan salah satu unsur penting dalam rangka membentuk perusahaan yang maju dan terus berkembang karena berhubungan dengan saham yang merupakan modal utama dalam membangun sebuah perusahaan dan mengembangkan serta melanjutkan perusahaan tersebut. Sumber daya fisik merupakan sumber daya yang menyangkut penunjang secara fisik berdirinya suatu perusahaan seperti alat-alat kelengkapannya. Sumber daya manusia merupakan sektor sentral dan penting dalam rangka pencapaian tujuan di suatu perusahaan, karena dengan adanya kemampuan skill para pekerja dan kualitas sumber daya manusia dapat menggerakan perusahaan dengan baik dan benar. Kemampuan teknologi juga merupakan unsur penunjang penting dalam menggerakan perusahaan, karena dengan adanya kelengkapan teknologi dan kecanggihan teknologi akan memudahkan berjalannya suatu perusahaan.
Dari keempat sumber tersebut aspek yang terpenting yaitu manusia, karena manusia merupakan penggerak terpenting dalam perusahaan. Maju dan tidaknya perusahaan tergantung pada pengelolaan sumber daya manusia ini dapat dilakukan dalam suatu perusahaan itu atau oleh suatu departemen tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN       
A.   Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu  secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.
MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia- bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1.    Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2.    Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja. MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan dan hubungan perburuhan yang mulus.
3.    Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan, pengemebangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
Jadi, Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenagakerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

B.    Peran dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Peranan karyawan bagi sebuah perusahan berupa keterlibatan mereka dalam sebuah perencanaan, sistem, proses dan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Berbicara mengenai peranan tenaga kerja, harus dibedakan antara mereka yang memiliki pekerjaan dan mereka yang bekerja. Dalam MSDM yang ingin ditelah adalah karyawan (mereka yang menjual jasa-pikiran, tenaga dan waktu- kepada orang lain atau perusahaan. Disini terjadi sebuah ikatan atau kontrak mengenai hak dan kewajiban masing-masing.

C.   Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenyaDi bawah ini dikemukakan tiga pendekatan:

1.    Pendekatan Mekanis (klasik)
Perkembangan di bidang Industri dengan penggunaan mesin–mesin dan alat–alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan perusahaan cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.

2.    Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)
Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan manajemen atau pimpinan perusahaan mengimbangkan dengan kebaikan untuk para pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan perusahaan supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.

3.    Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)
Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan perusahaan mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.


BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad ke-20 manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak oleh majikan, hingga saat ini peningkatan kualitas sumber daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain.
Dalam usaha pencapaian tujuan perusahan permasalahan yang dihadapi manajemen bukan hanya terdapat pada bahan mentah, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja, namun juga menyakup karyawan (SDM) yang mengelola faktor-faktor produksi lainnya tersebut.
mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam organisasi, meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas.

Thursday, 26 September 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar 1

Rangkuman Ilmu Budaya Dasar (1)



BAB 1
Latar belakang Ilmu Budaya Dasar

A. Pendahuluan

Materi Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mengkaji dan membahas tentang kebudayaan-kebudayaan, keseimbangan antara cinta dan kasih serta berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari.
          Adanya materi ini diharapkan agar kita semua dapat saling menghargai perbedaan yang ada juga mempunyai satu bentuk toleransi kebudayaan. Dengan memiliki suatu bekal yang sama ini diharapkan agar masing-masing dari pribadi kita dapat lebih lancar berkomunikasi.    Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akan memperlancar pula pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang di tangani oleh para cendekiawan dari berbagai lapangan keahlian itu.
          Dengan materi Ilmu Budaya Dasar ini pula nantinya masing-masing dari kita memiliki latar belakang yang kuat serta pengetahuan yang luas tentang kebudayaan di Indonesia khususnya,untuk kemudian kita diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaan kita sendiri dengan kreatif.
          Selain untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan yang ada, Materi Ilmu Budaya Dasar sendiri diberikan dalam rangka menyempurnakan pembentukan pribadi yang unggul..

B. Pembahasan

1.  Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu budaya dasar,dalam bahasa inggris disebut basic humanities yang  merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberi pengetahuan dasar dan umum tentang konsep konsep yang dapat digunakan untuk mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. masalah manusia tidak dapat dipisahkan dari masalah budaya atau pengetahuan budaya yang juga disebut sebagai humaniora.
Ilmu budaya dasar mendapat bahan pengetahuan humaniora seperti seperti teologi,filsafat,ilmu hukum,ilmu sejarah,ilmu bahasa,ilmu kesusatraan,dan ilmu kesenian.

          Berikut ini pengertian menurut beberapa ahli :

a.     Edward Burnett Tylor,
ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
b.     R. Linton
dalam bukunya yang berjudul The Cultural background of personality menyatakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentuknya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
c.     Koentjaraningrat
kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
d.     Krober dan Kluckhon
kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

Dari pengertian-pengertian diatas saya menyimpulkan bahwa Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang luas, abstrak dan bebas dalam artian tidak terikat kepada peraturan-peraturan yang kaku, namun tetap berpegang teguh kepada adat istiadat yang berlaku di indonesia khususnya

          Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, untuk membuktikan hal tersebut, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :

1.         Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah

2.         Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

3.         Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.

2.  Pokok Bahasan Ilmu Budaya Dasar

Didalam ilmu kebudayaan dasar,terdapat bebrapa materi yang mencakup manusia dengan permasalahanya yang masing masing merupakan pokok bahasan.
Pokok bahasan itu meliputi :

·        Manusia dan cinta kasih
Rasa cinta kasih merupakan rasa yang dimiliki di setiap manusia, rasa cinta kasih dapat di berikan dan dibagi. Tapi, soal pemberian rasa cinta kasih yang sempurna bukanlah hanya dating dari satu arah, misalnya dari orang tua saja, tetapi juga sebaliknya dari anak ke orang tuanya (to give and take ), jadi cinta kasih baru terasa apabila ada dua belah pihak yang sama sama menerima sekaligus juga memberi cinta kasih tersebut.
·        Manusia dan keindahan
Kebudayaan diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, terutama kebutuhan fisiknya, setelah kebutuhan pokok dapat dipenuhi, manusia menciptakan kesenian yang merupakan salah satu kebutuhan psikisnya yang tercukupi melalui rasa indah dalam hidupnya.
·        Manusia dan penderitaan
setiap manusia selalu terdiri atas dua aspek, yaitu aspek jasmani atau tubuh dan aspek rohani atau jiwa. dalam diri manusia, kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan. apabila salah satu aspek tersebut dipisahkan atau hilang dari diri manusia, maka akan terdapat dua pengetian yang berbeda, yaitu tubuh tanpa jiwa akan dinamakan mayat, sedangkan jiwa tanpa tubuh dinamakan jin atau setan. Maka apa yang dirasakan batin dapat dirasakan tubuh, dan juga sebaliknya, apa yang dirasakan tubuh dapat dirasakan batin. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita.

·        Manusia dan keadilan
Hukum rimba merupakan hukum yang beberapa waktu masih berlaku dalam masyarakat manusia, sehingga disebut sebagai aturan hukum manusia yang kuat (a rule by man). manusia yang kian hari kian manusiawi kemudian menciptakan hukum positif yang berguna dalam kehidupanya, lahirlah hukum atau aturan yang berdasarkan a rule by law. dimana setiap orang dimata hukum adalah sama dan tidak ada orang atau manusia pun di dunia yang kebal akan hukum. siapa yang besalah wajib di hukum, hal tersebut juga dinamakan keadilan hukum diantara manusia.
·        Manusia dan pandangan hidup
Yang di maksud dengan pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan. akibat dari pandangan hidup manusia yang tentunya berbeda beda, timbulah pandangan hidup yang secara umum dapat dikelompokan dan disebut aliran atau paham,misalnya, bahwa manusia sebaiknya mengutamakan diri sendiri yang menimbulkan paham kapitalisme, dan manusia yang sebaiknya mengutamakan kepentingan umum atau masyarakat yang menimbulkan paham sosialisme
·        Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
Tanggung jawab adalah wajib menanggung segala sesuatu,memikul jawab,dan menanggung segala akibat. Sedangkan pengabdian berasal dari kata abdi, yang berate hamba atau bawahan. Oleh karena itu pengabdian diartika sebagai perihal mengabdi atau menghambakan diri.
·        Manusia dan kegelisahan
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan keadaan seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatanya,merasa khawatir,tidak tenang dalam tingkah lakunya,tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
·        Manusia dan harapan
Harapan berarti keinginan supaya sesuatu dapat terjadi,dengan demikian.harapan menyangkut masa depan.apabila dibandingkan dengan cita cita,harapan memiliki pengertian yang tidak terlalu muluk.
Ada tiga pernyataan tentang harapan pada diri seorang manusia yaitu:
·         Masa depan memberikan harapan
·         Masa sekarang memberikan pemikiran
·         Masa lalu memberikan pengalaman.

3.  Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Perlunya Melakukan pembentukan pemikiran yang Khususnya berkenaan dengan Kebudayaan dan Kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Untuk menjangkau tujuan tersebut, Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
Jika diperinci maka tujuan pengajaran ilmu budaya dasar itu adalah :
·        lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
·        Mengusahakan kepekaan terhadap nilai-nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri.
·        Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
·        Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan indonesia,
·        Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
·        Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
·        Tidak terjerumus terhadap sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu.
·        Mempunyai kesamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusian dan kebudayaan.
·        Terjalin interelasi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
·        Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas          menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
·        Memperlancar masalah pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang  yang ditangani oleh berbagai cendekiawan.
·        Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun.

4.  Kesimpulan

Jadi kesimpulannya adalah, ilmu budaya dasar dipelajari untuk mengembangkan rasa percaya diri kita yang dituntut untuk tetap berprestasi dan mengembangkan potensi diri di tengah-tengah arus globalisasi tanpa harus melupakan jati diri kita sebagai anak bangsa, agar dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan dan juga untuk melatih kepekaan terhadap beberapa masalah yang sedang terjadi.

Sumber referensi :

dimazmarham.blogspot.com

rinrinrini.wordpress.com

iamfriatmoko.blogspot.com